TVRINews, Anambas
Operasi pencarian terhadap Bachtiar, nelayan berusia 61 tahun asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, memasuki hari keempat.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun pompong yang digunakannya untuk melaut.
Pencarian dilakukan dari Unit Siaga SAR Jemaja dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna. Tim melakukan penyisiran permukaan laut dengan luas area pencarian mencapai 950 mil laut persegi.
Namun, upaya pencarian masih menghadapi kendala berupa jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Tim telah melakukan pemantauan visual dan berkoordinasi dengan nelayan yang ditemui di sekitar area pencarian, tetapi belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan tim akan memperluas koordinasi dan penyebaran informasi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang serta tim SAR Malaysia.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban beserta pompongnya hanyut hingga ke wilayah perbatasan negara, mengingat luasnya area perairan yang harus disisir.
“Pada upaya pencarian hari ini, kami akan melakukan koordinasi dan penyebaran informasi yang lebih luas kepada Kantor SAR Tanjungpinang dan Tim SAR negara sahabat Malaysia. Harapannya, di tengah laut yang sangat luas ini, pencarian dengan skala pemantauan dapat dilakukan secara saksama, dikarenakan potensi kapal hanyut hingga ke perbatasan wilayah dapat terjadi,” ujar Rahman.
Ia menegaskan tim di lapangan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban. Abdul Rahman juga mengimbau nelayan dan kapal yang melintas di Perairan Jemaja hingga wilayah perbatasan agar turut membantu pemantauan.
“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan dan kapal-kapal yang melintas di Perairan Jemaja hingga perbatasan untuk turut memantau dan segera melaporkan apabila melihat pompong berwarna hijau-abu-abu sesuai dengan ciri-ciri korban kepada Tim SAR Gabungan,” ucap Rahman.
Operasi pencarian Bachtiar melibatkan sejumlah unsur, yakni Pos SAR Anambas, Posal Jemaja, Polsek Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, TRC Jemaja Timur, Pemerintah Desa Genting Pulur, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan memperluas pemantauan untuk menemukan korban beserta pompong berwarna hijau-abu-abu yang digunakannya saat melaut.










