TVRINews, Jemaja
Sektor pertanian di Pulau Jemaja bersiap memasuki babak baru. Guna mempercepat transformasi pertanian daerah menuju sistem modern berbasis inovasi dan teknologi, Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar koordinasi intensif bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Jakarta.
Langkah jemput bola ini dilakukan untuk mematangkan rencana pemanfaatan dan pengembangan lahan baru di Jemaja. Terlebih, pulau tersebut saat ini sudah ditunjang oleh sarana irigasi yang mantap serta rencana pembentukan fasilitas Bulog.
Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub, mengungkapkan bahwa penguatan sektor pangan lokal tidak bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Oleh karena itu, hadirnya alat dan mesin pertanian (alsintan) modern dari pemerintah pusat menjadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan di Kepulauan Anambas.
"Kondisi lapangan di Jemaja sangat mendukung. Irigasi sudah bagus dan fasilitas Bulog akan segera dibangun. Momentum ini harus kita manfaatkan dengan mendesak Kementan menyalurkan bantuan perataan dan pengolahan lahan modern agar hasil panen petani kita melimpah," jelas Ayub.
Dalam agenda diplomasi anggaran tersebut, Ayub hadir memboyong jajaran Komisi II DPRD Anambas, yakni Abdul Hakim, Maryadi, Samsil Umri, dan Marjohan.
Pihaknya secara khusus mengajukan proposal bantuan terpadu yang menyasar lima unit kerja eselon I di Kementan antaranya berada pada Direktorat Jenderal PSP, dengan usulan alokasi bantuan alsintan modern, pupuk bersubsidi, serta benih unggul.
Sementara di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Komisi II DPRD Anambas mengusulkan pencetakan lahan baru dan optimalisasi produksi padi lokal, Direktorat Jenderal Hortikultura, pihaknya mengusulkan penguatan sentra komoditas sayur-mayur, di Direktorat Jenderal PSP (Keairan) pihaknya mengusulkan pembangunan embung-embung pertanian baru untuk menjamin ketersediaan pasokan air, dan di Direktorat Jenderal Perkebunan, pihaknya mengusulkan pemanfaatan dan pengembangan potensi perkebunan kelapa daerah.
Menindaklanjuti respons positif Kementan, Komisi II DPRD Anambas berkomitmen segera mengawal implementasinya di daerah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat serta menghimpun para petani untuk membedah persyaratan teknis yang dibutuhkan.
"Sepulang dari Jakarta, seluruh petunjuk dan syarat pengajuan bantuan ini langsung kami teruskan ke OPD teknis dan kelompok tani di Jemaja. Semua mekanisme akan kita dampingi agar bantuan pusat ini benar-benar mendarat di tangan petani," tegasnya.










