TVRINews, Tanjungpinang
Antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui kegiatan nonton bareng (nobar) tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di Kota Tanjungpinang. Ramainya pengunjung di lokasi nobar berlisensi resmi turut meningkatkan perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM dan usaha kuliner.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak tersebut adalah Tuah Kopi di kawasan Kilometer 8 Atas, Tanjungpinang. Selama gelaran Piala Dunia, jumlah pelanggan dan penjualan mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.
Manajer Tuah Kopi, Yusa, mengatakan penyelenggaraan nobar memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas usahanya.
“Penyelenggaraan nobar memberikan peningkatan yang signifikan terhadap jumlah pengunjung maupun penjualan,”ujar Yusa, suasana usaha yang biasanya relatif tenang pada malam hari berubah menjadi lebih ramai karena banyak masyarakat memilih menyaksikan pertandingan sepak bola secara bersama-sama.
“Kalau pada malam biasa suasana cenderung lebih tenang, selama gelaran Piala Dunia kawasan usaha kami menjadi lebih ramai karena banyak masyarakat memilih menyaksikan pertandingan secara bersama-sama,”tambahnya.
Meningkatnya jumlah pengunjung juga membuat pihaknya menyesuaikan jam operasional. Jika biasanya kedai tutup sekitar pukul 01.00 WIB, selama penyelenggaraan Piala Dunia layanan diperpanjang hingga pertandingan berakhir.
“Jika biasanya Tuah Kopi tutup sekitar pukul 01.00 WIB, selama Piala Dunia waktu pelayanan diperpanjang agar pengunjung tetap dapat menikmati pertandingan hingga selesai,”ucapnya.
Ia menambahkan, lonjakan pengunjung mulai terasa sejak babak 16 besar dan diperkirakan terus meningkat hingga laga final.
“Lonjakan pengunjung mulai terasa sejak babak 16 besar dan diperkirakan akan terus meningkat hingga pertandingan final,”imbuhnya.
Yusa juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan pertandingan di lokasi nobar yang memiliki lisensi resmi. Selain menikmati suasana kebersamaan saat menonton pertandingan, kegiatan tersebut dinilai turut mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.










