TVRINews, Anambas
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KM Samudra Jaya Kelautan yang hilang kontak di Perairan Kepulauan Anambas resmi ditutup pada hari keenam, Sabtu, 8 Agustus 2026. Empat anak buah kapal (ABK) dipastikan selamat setelah ditemukan dan dievakuasi oleh kapal nelayan Malaysia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman mengatakan, seluruh kru kapal telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan, Malaysia.
"Hingga pagi tadi, setelah berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, kami telah memastikan seluruh kru KM Samudra Jaya Kelautan yang berjumlah empat orang telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun pihak MRSC Kuantan terkait proses-proses lebih lanjut," ujar Abdul Rahman.
KM Samudra Jaya Kelautan merupakan kapal barang berukuran 10 GT yang berangkat dari Air Sena, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuju Batam pada Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.
Namun, kapal tidak kunjung memberikan kabar hingga akhirnya dilaporkan hilang kontak.
Berdasarkan pemutakhiran kronologi, kapal mengalami kerusakan mesin pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026, sekitar 36 mil laut atau sekitar enam jam perjalanan dari Pulau Berakit, Bintan.
Kapal yang kehilangan daya dorong kemudian hanyut terbawa arus ke arah utara hingga memasuki wilayah perairan Malaysia. Pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, kapal dilaporkan pecah dan tenggelam.
Empat ABK kemudian ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan Malaysia PAF 5061 pada Kamis, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia.
Keempat ABK tersebut yakni Samsul Bahri (54), warga Air Asuk; Azan (41), warga Teluk Siantan; Awang (65), warga Air Sena; dan Handay Yadi (40), warga Kuala Maras.
Proses penyelamatan melibatkan koordinasi SAR lintas negara antara Indonesia dan Malaysia. Pada Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 18.40 WIB, Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas berhasil melakukan kontak dengan salah satu korban.
Seluruh kru kemudian tiba di Dermaga LKIM Kuantan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 05.30 waktu Malaysia atau 04.30 WIB. Mereka selanjutnya mendapat penanganan sementara dari MRSC Kuantan dan menjalani proses pemenuhan dokumen dasar di Markas Besar Maritim Negara Bagian Pahang.
Dengan seluruh ABK telah ditemukan dan dipastikan selamat, operasi SAR hari keenam dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Abdul Rahman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan, termasuk Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya dan Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan.
Operasi tersebut juga melibatkan sejumlah unsur dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) laut dan udara, di antaranya RIB 02 Natuna, KRI, helikopter Sikorsky S-76C++ PK-PUW milik PT Medco Energy, serta sejumlah kapal nelayan dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Koordinasi turut dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, TNI, Polri, BPBD, SROP, dan HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas.
Setelah operasi SAR ditutup, Kantor SAR Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk proses pemulangan keempat warga negara Indonesia tersebut ke Tanah Air.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan peralatan keselamatan dan komunikasi bagi kapal yang berlayar. Keberadaan perangkat pemancar sinyal marabahaya, seperti Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB), dapat membantu proses pelacakan dan pencarian ketika kapal mengalami keadaan darurat di laut.









