TVRINews, Lingga
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Lingga hingga September 2026. Menghadapi kondisi tersebut, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep rutin memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan prajurit sebelum diterjunkan untuk membantu penanganan kebakaran.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik prajurit dalam keadaan baik sebelum bekerja di lokasi karhutla. Selain pemeriksaan kesehatan, setiap prajurit juga dibekali alat pelindung diri (APD) sebagai perlindungan selama berada di area kebakaran.
Pada Minggu, 6 September 2026, tim kesehatan Lanal Dabo Singkep kembali melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik prajurit sebelum bergerak menuju lokasi karhutla.
PGS Pasiter Lanal Dabo Singkep, Kapten Laut Kesehatan Dokter Yossan Harder Tambun Tarigan, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari kesiapan prajurit sebelum diturunkan ke lokasi kebakaran.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin sebelum prajurit diterjunkan ke lokasi karhutla. Selain itu, setiap prajurit dibekali APD untuk memastikan keselamatan dan keamanan selama berada di lokasi kebakaran,” kata Yossan, dikutip Senin, 7 September 2026.
Di lapangan, prajurit Lanal Dabo Singkep turut bergabung bersama relawan dan unsur lainnya dalam upaya memadamkan api. Prajurit membantu berbagai kebutuhan penanganan karhutla, mulai dari mengulur selang, mengangkat mesin robin, mencari sumber air, hingga melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia.
Keterlibatan prajurit TNI tersebut turut membantu meringankan beban tim pemadam kebakaran yang menangani karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Lingga.
Hingga Senin, 7 September 2026, tercatat lima titik api terdeteksi di wilayah Kabupaten Lingga sepanjang September. Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, relawan, hingga masyarakat setempat.










