TVRINews, Tanjungpinang
Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 terbukti membawa dampak penetrasi ekonomi yang sangat positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang.
Selain sektor kuliner, lini bisnis atribut olahraga, khususnya penjualan jersei bola menjadi salah satu sektor yang paling mendulang berkah melimpah dari turnamen empat tahunan tersebut.
Salah satu pelaku usaha yang meraup keuntungan besar adalah Hafiz, pemilik toko Jersey City yang terletak di Jalan Ir. Sutami, Kota Tanjungpinang. Ia mengungkapkan bahwa penjualan jersei bola di tokonya mengalami peningkatan yang sangat signifikan sejak atmosfer Piala Dunia mulai bergulir.
"Semua jersei negara yang bertanding laku keras dan peminatnya luar biasa banyak. Mulai dari negara kecil yang baru bergabung di gelaran Piala Dunia, hingga negara-negara besar yang sudah menjadi langganan kompetisi ini," ujar Hafiz saat ditemui di gerainya pada Jumat 3 Juli 2026).
Menurut Hafiz, karena turnamen sepak bola bergengsi ini hanya diadakan sekali dalam empat tahun, euforia masyarakat Tanjungpinang menjadi sangat membludak. Konsumen yang datang memadati tokonya pun berasal dari lintas generasi dan gender, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua, baik laki-laki maupun perempuan.
Di antara puluhan negara kontestan yang berlaga, Hafiz membeberkan bahwa jersei tim nasional Portugal dan Argentina menjadi produk yang paling banyak dicari dan paling diburu oleh para pencinta sepak bola di Tanjungpinang.
Kejelian Hafiz dalam membaca peluang bisnis juga menjadi kunci suksesnya. Ia mengaku sudah mulai menyetok kuota jersei Piala Dunia 2026 sejak dua bulan sebelum turnamen resmi digelar. Langkah antisipasi tersebut kini berbuah manis. Selama momentum Piala Dunia ini berjalan, omset penjualan di toko Jersey City meroket tajam antara 50 persen hingga 100 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.
"Saya sangat bersyukur karena adanya Piala Dunia ini. Setiap hari selalu ada saja masyarakat yang datang untuk mencari jersei ke toko kami," tutur Hafiz dengan nada puas.
Toko Jersey City sendiri beroperasi setiap hari, mulai buka dari jam 12.00 siang dan tutup pada pukul 19.30 WIB. Menatap sisa laga yang ada, Hafiz menaruh harapan besar pada tim-tim yang stok jerseynya masih tersisa di gantungan toko.
"Harapan saya, negara-negara yang stok jerseinya masih banyak tersisa bisa terus melaju dan masuk ke babak final. Kalau mereka masuk final, biasanya peminatnya langsung melonjak lagi, sehingga sisa stok yang ada bisa ikut laku terjual semua," pungkasnya optimistis.










