TVRINews, Tanjungpinang
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI resmi dimulai setelah api obor dinyalakan di halaman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Minggu, 1 November 2026. Ajang ini menjadi momentum bagi daerah untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit unggul yang dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional.
Pembukaan Porprov Kepri VI berlangsung meriah dengan defile kontingen dari seluruh kabupaten dan kota. Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara resmi membuka ajang tersebut melalui prosesi penyambutan api obor yang turut dihadiri sejumlah kepala daerah.
Porprov kali ini diikuti 2.034 atlet dengan total 4.120 partisipan, termasuk ofisial, pengurus kontingen, wasit, dan juri. Sebanyak 24 venue di Kota Tanjungpinang disiapkan untuk menggelar pertandingan dari berbagai cabang olahraga.
Dalam sambutannya, Ansar menegaskan Porprov bukan sekadar ajang persaingan untuk meraih prestasi, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan antardaerah. Ia meminta seluruh atlet dan penyelenggara menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga kompetisi agar berlangsung secara adil.
Menurut Ansar, hasil Porprov akan menjadi bahan evaluasi KONI Kepri dalam memetakan atlet potensial untuk selanjutnya dipersiapkan melalui program pemusatan latihan daerah (Pelatda) menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Harapan kita, kompetisi ini berlangsung dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan mempererat persaudaraan. Jadi, bukan hanya mengadu kekuatan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan antardaerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi dan Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, menilai pembinaan olahraga di daerah perlu disesuaikan dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Ia menyebut sejumlah cabang olahraga yang berpeluang dikembangkan di Kepri, di antaranya layar, taekwondo, ski air, sepak takraw, dan dance sport. Menurutnya, daerah perlu memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki keunggulan lokal agar pembinaan atlet lebih terarah.
“Potensi di sini ada layar, taekwondo, ski air, sepak takraw, dan dance sport. Ke depan mungkin juga e-sport dan cabang lainnya. Potensi yang dimiliki daerah perlu dibangun dan dijadikan prioritas,” kata Suwarno.
Melalui Porprov VI, Pemerintah Provinsi Kepri bersama KONI diharapkan dapat mengidentifikasi kekuatan atlet serta cabang olahraga unggulan yang berpeluang menyumbangkan prestasi di tingkat nasional.
Sementara itu, Kabupaten Natuna direncanakan menjadi tuan rumah Porprov Kepri berikutnya pada 2030.









