TVRINews, Anambas
Keselamatan pelayaran menjadi perhatian dalam kegiatan Coffee Morning Satpolairud Polres Kepulauan Anambas bersama instansi terkait dan masyarakat nelayan di Pelabuhan Antang, Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut mempertemukan unsur kepolisian, TNI AL, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, BMKG, Syahbandar, HNSI, serta masyarakat nelayan.
Pertemuan menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas masyarakat di laut.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka mengatakan komunikasi lintas instansi penting untuk menghadapi berbagai persoalan di wilayah perairan, khususnya ketika terjadi situasi darurat.
“Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi kita, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah perairan,” ujar Kapolres.
Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi dan koordinasi menjadi faktor penting dalam penanganan kecelakaan maupun kondisi yang membahayakan nelayan.
Kapolres berharap komunikasi yang terbangun tidak hanya berlangsung dalam forum pertemuan, tetapi diterapkan dalam kegiatan sehari-hari sehingga informasi mengenai kondisi darurat di laut dapat segera diteruskan dan ditindaklanjuti.
Sementara, Kasat Polairud Polres Kepulauan Anambas Parlindungan Hasibuan mengingatkan nelayan untuk mengutamakan keselamatan sebelum melaut.
Ia mengatakan kondisi cuaca di perairan dapat berubah dengan cepat. Gelombang tinggi, angin kencang, serta kelalaian manusia dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut.
“Kami mengajak seluruh instansi terkait dan pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama dan koordinasi, bagaimana kita dapat menekan serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut,” kata Parlindungan.
Ia juga meminta setiap pihak yang mengetahui adanya kecelakaan atau kondisi darurat di laut segera menyampaikan informasi kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Yang paling utama adalah keselamatan. Kami mengimbau saudara-saudara kita para nelayan untuk lebih mengutamakan keselamatan berlayar daripada mengejar sesuatu yang dapat membahayakan diri. Ingat, ada keluarga, anak dan istri yang menunggu kita pulang,” tegasnya.
Selain mengingatkan pentingnya keselamatan pribadi, Satpolairud juga mendorong nelayan untuk saling membantu ketika menemukan rekan yang mengalami persoalan di tengah laut.
“Nelayan bukan hanya sebagai pengguna laut, tetapi juga dapat menjadi sahabat dan sumber informasi bagi kami. Dengan kepedulian dan komunikasi bersama, kita dapat menciptakan perairan Anambas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Polisi, TNI, pemerintah, Basarnas, BPBD, BMKG, Syahbandar, organisasi nelayan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.
Informasi cuaca, kesiapan menghadapi keadaan darurat, komunikasi antarpihak, serta kepedulian antar-nelayan menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan dan mempercepat pertolongan ketika terjadi kondisi darurat.
Coffee Morning kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama nelayan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas di laut.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kepulauan Anambas mendorong penguatan budaya keselamatan di wilayah perairan melalui koordinasi, penyampaian informasi secara cepat, serta kepedulian antar-pengguna laut.










