TVRINews, Tanjungpinang
Bank Syariah Indonesia (BSI) turut mendorong pengembangan usaha halal di Kepulauan Riau melalui akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sekaligus pendampingan untuk meningkatkan daya saing usaha. Branch Manager BSI Kantor Cabang Tanjungpinang, M. Ifwan Azhar, mengatakan BSI menyediakan sejumlah fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha, di antaranya BSI KUR, BSI Micro, dan BSI Merchant.
Dukungan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitasi sertifikasi halal gratis, pendampingan kapasitas keuangan, serta kemudahan layanan transaksi bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor halal.
Menurut Ifwan, kepemilikan sertifikat halal dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Sertifikasi tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga dapat memperkuat daya saing produk, termasuk untuk memasuki pasar ekspor maupun jaringan ritel modern.
Di sisi lain, sertifikasi halal juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap akses pelaku usaha terhadap pembiayaan. Kepatuhan terhadap prinsip syariah dan kelayakan usaha yang lebih terdokumentasi dapat membantu proses verifikasi perbankan sehingga pengajuan pembiayaan menjadi lebih mudah.
Untuk wilayah Kepulauan Riau, Ifwan melihat sejumlah sektor memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam ekosistem halal. Posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga menjadi salah satu faktor pendukung, terutama untuk industri makanan dan minuman olahan hasil laut, pariwisata ramah muslim, logistik rantai pasok halal untuk kebutuhan ekspor, serta sektor busana muslim.
Selain pembiayaan bagi pelaku usaha, Ifwan juga menyoroti meningkatnya minat generasi muda terhadap pembiayaan perumahan berbasis syariah. Skema tersebut dinilai menarik karena menawarkan struktur pembiayaan yang transparan dengan ketentuan pembayaran yang telah disepakati sejak awal.
Pada pembiayaan rumah syariah, akad dapat menggunakan skema jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati di awal maupun skema kepemilikan bertahap. Dengan mekanisme tersebut, nilai angsuran dapat dibuat tetap sesuai akad hingga pembiayaan selesai. Hal ini berbeda dengan pembiayaan konvensional yang menggunakan suku bunga yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Skema angsuran yang pasti juga dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyusun perencanaan keuangan, termasuk bagi kelompok berpenghasilan menengah dan rendah. Tren pembiayaan rumah syariah sendiri menunjukkan perkembangan positif, terutama dengan meningkatnya jumlah pembeli rumah pertama dari kalangan generasi muda.
Ifwan menambahkan, perkembangan layanan keuangan syariah juga mencakup sektor komoditas emas. Bank Syariah Indonesia (BSI) Bullion Bank atau Bank Emas BSI merupakan layanan perbankan emas syariah yang secara resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Layanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan terkait emas, mulai dari transaksi, penyimpanan, pembiayaan, hingga pengelolaan komoditas emas bagi masyarakat dan pelaku industri. Kehadiran layanan ini menjadi salah satu bagian dari pengembangan layanan keuangan berbasis syariah yang tidak hanya menyasar pembiayaan konsumtif, tetapi juga kebutuhan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tengah penguatan layanan tersebut, BSI Kantor Cabang Tanjungpinang mulai beroperasi di lokasi baru pada 14 September 2026. Relokasi dilakukan dari kantor sebelumnya di Jl. Basuki Rahmat No. 1-3, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, ke lokasi baru di Jl. Raja Ali Haji, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.
Relokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BSI meningkatkan pelayanan dan memberikan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat. Lokasi baru berada tidak jauh dari Lapangan Pamedan Ahmad Yani, kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan sejumlah perkantoran, pusat kegiatan ekonomi, serta jalur lalu lintas yang cukup ramai.
Branch Operational Service Manager BSI, Yulisa, mengatakan lokasi baru tersebut juga relatif mudah dijangkau masyarakat, termasuk menggunakan transportasi umum.
“Sebagai bukti kesungguhan BSI dalam mewujudkan bank syariah yang inklusif, modern, dan inovatif di Indonesia yang akan menjadi energi kebaikan untuk ekonomi Indonesia,” ujar Yulisa, dikutip Selasa, 15 September 2026.
Ia menambahkan, relokasi kantor menjadi bagian dari komitmen BSI untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi nasabah.










