TVRINews, Anambas
Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya menyihir para pencinta sepak bola di tanah air, tetapi juga membawa berkah melimpah yang tak terduga bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pesta bola empat tahunan ini sukses menyulut perputaran roda ekonomi di tingkat akar rumput hingga melonjak drastis.
Laga klasik babak semifinal yang mempertemukan Argentina vs Inggris menjadi magnet luar biasa bagi masyarakat untuk menggelar nonton bareng (nobar).
Momentum emas inilah yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pedagang kuliner malam untuk meraup untung.
Sejak bergulirnya fase krusial Piala Dunia, pendapatan para pelaku usaha mikro dilaporkan meroket tajam. Berbagai sajian kuliner mulai dari camilan hangat, makanan berat, hingga kopi kekinian laku keras diburu penonton yang setia terjaga hingga peluit panjang dibunyikan.
"Biasanya jam 10 malam lapak kami sudah sepi. Tapi karena ada nobar semifinal Argentina lawan Inggris ini, penonton ramai terus dari dini hari. Omzet kami naik tajam, bisa dapat tiga kali lipat dibanding hari biasa," ungkap Azmi, salah satu pelaku UMKM yang ketiban untung.
Azmi melihat euforia Piala Dunia 2026 khususnya laga besar yang mempertemukan rivalitas klasik Argentina dan Inggris telah menjadi katalis luar biasa bagi kebangkitan ekonomi sektor riil.
Kegiatan nonton bareng yang tersebar di ribuan titik di Indonesia secara tidak langsung telah menciptakan ekosistem pasar dadakan yang sangat sehat bagi UMKM lokal.
Fenomena ini menjadi bukti konkret bahwa sport tourism dan ajang olahraga global tidak hanya memberikan hiburan di layar kaca, melainkan selalu mampu memberikan multiplier effect yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat kalangan bawah.
Piala Dunia belum usai, namun kemenangan manis sudah lebih dulu dirasakan oleh dompet para pedagang lokal.










