TVRINews, Jakarta
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku aktivitas ilegal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah strategis Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam pernyataan resminya, beliau menegaskan bahwa negara tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi praktik-praktik yang merugikan kedaulatan dan ekonomi bangsa.
Pangkoarmada RI menyatakan bahwa memberikan rasa aman kepada negara dari ancaman kejahatan pelaku ilegal adalah prioritas utama institusinya.
Hal ini mencakup pemberantasan berbagai tindak pidana di laut, mulai dari penyelundupan, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), hingga aktivitas perdagangan gelap lainnya yang kerap memanfaatkan celah di wilayah perbatasan.
"Kami tidak akan tinggal diam. Koarmada RI beserta seluruh jajaran di bawahnya terus bersiaga dan bertindak tegas. Jangan coba-coba bermain-main dengan hukum di wilayah perairan kita, terutama di Kepulauan Riau yang merupakan pintu gerbang strategis," tegas Pangkoarmada RI dalam Konferensi Pers Penangkapan 16 Ton Pasir Timah Asal Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau di Aula Markas Besar Koarmada RI, Selasa 12 Mei 2026.
Selain memberikan peringatan kepada para pelanggar hukum, Panglima juga menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh warga negara. Beliau mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah demi mendukung visi besar nasional
"Setiap warga negara diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, Stabilitas keamanan adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, dukungan informasi dari masyarakat sangat diperlukan untuk memutus mata rantai praktik ilegal," terangnya.
Koarmada RI memastikan bahwa patroli keamanan laut akan semakin diintensifkan. Dengan pengerahan alutsista dan personel yang profesional, jajaran Koarmada RI berkomitmen untuk menyisir setiap sudut perairan yang rawan akan praktik ilegal.
"Langkah ini bukan sekadar gertakan, melainkan manifestasi tanggung jawab kami dalam menjaga kedaulatan maritim. Kepulauan Riau harus bersih dari praktik ilegal agar rakyat dapat merasakan manfaat nyata dari kekayaan laut kita," pungkasnya.










