TVRINews, Tanjungpinang
Upaya mewujudkan swasembada pangan di daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada ketahanan dan kerja keras petani di lapangan. Salah satunya dilakukan oleh Go Iju Sui, petani yang mengelola lahan pertanian di Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Go Iju Sui mengatakan, hasil panen saat ini relatif membaik dan sesuai harapan. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya saat musim kemarau, ketika tanaman mengalami kesulitan tumbuh akibat keterbatasan air.

“Sekarang hasil panen sudah sesuai harapan. Waktu musim kemarau dulu, tanaman sulit tumbuh karena air terbatas. Kalau panas sebenarnya tidak masalah, asalkan tetap ada aliran air,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Untuk mengantisipasi kekeringan, ia membangun instalasi pengairan di sepanjang lahan pertaniannya agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, terutama saat curah hujan rendah.
Selain faktor cuaca, harga sejumlah komoditas pertanian saat ini juga dinilai cukup stabil. Harga timun yang sebelumnya sekitar Rp3.000 per kilogram kini meningkat menjadi Rp6.000 per kilogram, sementara harga pare bertahan di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.
“Kalau harga sekarang lumayan bagus, bisa untuk biaya operasional dan bayar pekerja. Timun naik, pare juga masih stabil,” katanya.
Lahan yang dikelola Go Iju Sui berada di tanah berpasir bauksit dengan karakteristik kekuningan. Meski demikian, tanaman tetap dapat tumbuh baik karena tanah diolah dan dicampur dengan pupuk organik dari kotoran ayam untuk meningkatkan kesuburan.
Ia juga mengaku mendapat dukungan dari pemerintah melalui Dinas Pertanian berupa pupuk bersubsidi Phonska dan pupuk DGW gratis yang sangat membantu menekan biaya produksi.
“Bantuan pupuk dari pemerintah sangat membantu kami. Harapannya bisa terus berlanjut agar petani tetap bertahan dan meningkatkan hasil panen,” ujarnya.
Menurutnya, profesi petani memiliki banyak tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, serangan hama, hingga fluktuasi harga pasar. Karena itu, dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan.
Keberhasilan petani lokal dalam mempertahankan hasil panen dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan di daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.










