TVRINews, Tanjungpinang
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang mulai melakukan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan untuk memetakan kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Kota Tanjungpinang.
Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menjelaskan bahwa sensus ekonomi terakhir dilakukan pada tahun 2016.
Ia menegaskan, perubahan pola ekonomi masyarakat yang berlangsung sangat cepat menjadi alasan pentingnya pendataan kembali di tahun ini, terutama dengan meningkatnya aktivitas ekonomi digital.
“Perkembangan ekonomi saat ini sangat dinamis. Jika dulu didominasi oleh pasar tradisional dan usaha konvensional, sekarang transaksi sudah banyak dilakukan secara digital dan online. Karena itu, penting bagi BPS untuk menangkap seluruh perubahan tersebut melalui Sensus Ekonomi,” ujar Yulia, Rabu, 13 Mei 2026.
Saat ini, BPS Tanjungpinang masih berada pada tahap awal persiapan, yakni melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai instansi serta asosiasi pelaku usaha. Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan dan pengisian kuesioner dengan pendampingan petugas BPS.
Yulia menambahkan, nantinya petugas akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, usaha menengah, hingga usaha besar, baik yang berbasis daring maupun konvensional.
“Petugas akan mendata seluruh sektor usaha tanpa terkecuali, sehingga data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan pengambilan keputusan ekonomi di daerah.










