TVRINews - Tanjungpinang
Ribuan warga memadati kawasan Tepi Laut Gurindam 12 di Tanjungpinang untuk menyaksikan pembukaan Kemilau Nusantara Kepri 2026. Festival budaya yang berlangsung selama tiga hari itu mengangkat tema “Pulau Penyengat Jembatan Lintas Generasi” dan menampilkan beragam kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak parade budaya digelar pada sore hari, antusiasme masyarakat terlihat memenuhi area acara. Berbagai pertunjukan ditampilkan secara bergantian, mulai dari Tari Topeng asal Jawa Barat, Tari Dayak dari Kalimantan, hingga medley tarian Nusantara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia dari berbagai wilayah.

Selain menampilkan keragaman budaya, acara tersebut juga menjadi ruang apresiasi bagi talenta daerah. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian pengunjung adalah Arga dan Arya, dua anak penyandang disabilitas yang membawakan lagu Lemak Manis dan Cahaya Hati. Penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.
Kemilau Nusantara Kepri tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempertemukan berbagai latar budaya dalam satu panggung. Kehadiran kelompok-kelompok seni dari berbagai daerah menunjukkan bahwa seni dan budaya masih memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat, festival budaya dinilai tetap relevan sebagai ruang interaksi yang mampu menjembatani generasi muda dengan nilai-nilai budaya Nusantara.

Selain aspek kebudayaan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau. Event budaya dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, berharap berbagai kegiatan yang telah masuk dalam kalender pariwisata daerah dapat terus menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku seni dan budaya.
“Melalui berbagai event, mudah-mudahan ada 72 event yang telah masuk dalam Kalender Event Kepri 2026, kami berharap ruang kolaborasi bagi para seniman dan pelaku budaya semakin kuat, dan mengembangkan pariwisata daerah,” ujarnya.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam festival ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya masih mendapat tempat di hati publik. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, Kemilau Nusantara Kepri juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya, merawat keberagaman, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan Nusantara.
Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, festival ini diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pengembangan budaya dan pariwisata di Kepulauan Riau, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia.










