TVRINews, Bintan
Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, ditetapkan sebagai lokasi prioritas pertama dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 di Kepulauan Riau.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui agenda prioritas nasional Asta Cita yang salah satunya menitikberatkan pada pembangunan dari desa dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Desa Air Glubi, Jumadil Aswan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terpilihnya desa yang dipimpinnya sebagai lokasi prioritas dalam klasterisasi KNMP 2026 di Kepulauan Riau dengan kategori klaster penyangga.
"Kami merasa bangga atas terpilihnya Desa Air Glubi sebagai urutan pertama calon lokasi klasterisasi KNMP 2026 di Kepulauan Riau. Semoga ini menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lainnya di Kepri. Tentunya ini memerlukan dukungan penuh dari seluruh pihak agar program ini berjalan sukses sesuai visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," ujar Jumadil Aswan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai berperan besar dalam memperjuangkan Desa Air Glubi masuk dalam program tersebut.
"Ini berkat kerja keras Bapak Gubernur Kepulauan Riau. Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih karena telah memperjuangkan Desa Air Glubi menjadi urutan pertama calon lokasi klasterisasi KNMP 2026 di Kepri," katanya.
Desa Air Glubi memiliki luas wilayah sekitar 1.300 hektare yang terdiri dari lima pulau kecil yang saling berdekatan. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dengan jumlah nelayan tradisional mencapai sekitar 200 orang.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah diharapkan dapat memperkuat infrastruktur kawasan pesisir, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penetapan Desa Air Glubi sebagai prioritas pertama KNMP 2026 di Kepulauan Riau juga diharapkan menjadi momentum percepatan pembangunan kawasan pesisir dan peningkatan daya saing sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.










