TVRINews, Bintan
Setelah hampir 10 tahun tinggal dengan aman di Rumah Dinas SMA Negeri 2 Bintan Pesisir, kemalingan akhirnya menimpa seorang wartawan dan istrinya yang berprofesi sebagai guru SMA. Akibat insiden pembobolan rumah tersebut, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Korban pun berharap pelaku dapat segera diamankan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Merespons laporan tersebut, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Bintan Timur, Polres Bintan, langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi awal. Saat ini, proses penyelidikan intensif sedang berjalan.
Ima Juriah, seorang guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Bintan Pesisir sekaligus istri dari wartawan TVRI, M. Ramadan, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Peristiwa ini pertama kali disadari pada pukul 18.30 WIB ketika mereka baru saja kembali ke rumah.
Sebelumnya, M. Ramadan alias Rama beserta istri dan anaknya sedang berada di tempat pesta pernikahan saudara mereka. Setibanya di rumah sekitar pukul 18.30 WIB, mereka mendapati kondisi dalam rumah sudah porak-poranda.
Setelah diperiksa, jendela kamar rumah mereka ditemukan dalam kondisi rusak akibat dicongkel maling, dalam aksi pembobolan tersebut, pelaku berhasil menggasak, 1 unit ponsel merek Redmi 9T (ditaksir seharga Rp2,8 juta), uang tunai milik Ima Juriah sekitar Rp200 ribu.
Sambil menahan kesedihan, Ima Juriah menceritakan momen kepulangan mereka yang mengejutkan tersebut.
"Kami bertiga bersama suami baru pulang dari membantu pesta pernikahan saudara. Pas pulang, kami langsung sadar handphone hilang. Kemudian kami lihat tas yang berisi uang juga sudah tidak ada. Pas dicek semuanya, rumah sudah porak-poranda. Kami tak kuat menahan isak tangis melihat uang untuk menyambung hidup raib dibobol maling," ujar Ima.
Di sisi lain, Ramadan alias Rama berharap agar kasus ini segera terungkap agar tidak ada lagi warga Desa Kelong yang menjadi korban kriminalitas serupa. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat pihak kepolisian.
"Kami sangat berterima kasih kepada Tim Reskrim Polsek Bintan Timur Polres Bintan yang sigap dalam merespon laporan warga. Ini merupakan bukti nyata Polisi hadir di tengah-tengah masyarakat. Semoga kejadian serupa tidak kembali terjadi," ucap Rama.
Kini kasus tersebut sedang digangani oleh Pihak Kepolisian Polsek Bintan Timur Polres Bintan.










