TVRINews, Tanjungpinang
Suasana Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, dipenuhi ribuan warga yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 4 Juli 2026. Pawai pembuka itu tak hanya menjadi penanda dimulainya perhelatan MTQH, tetapi juga menghadirkan perpaduan syiar Islam dengan kekayaan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.
Iring-iringan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau bergerak dari Tugu Sirih menuju Astaka Utama di depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau. Setiap rombongan menampilkan ciri khas daerah masing-masing melalui busana adat, ornamen tradisional, hingga pertunjukan seni yang mencerminkan keberagaman budaya di wilayah kepulauan.
Sepanjang rute pawai, masyarakat disuguhi beragam atraksi budaya. Penampilan dramatari, pencak silat tradisional oleh Hulu Balang LAM, tarian Melayu, permainan rakyat, hingga pembagian durian dan buah tangan khas Bintan menambah semarak suasana sekaligus menarik antusiasme warga yang memadati lokasi.
Rangkaian pertunjukan tersebut menjadikan Pawai Taaruf MTQH Kepri lebih dari sekadar parade peserta. Kegiatan ini berkembang menjadi ruang ekspresi budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan antara tradisi Melayu dan nilai-nilai keislaman yang telah lama tumbuh di Kepulauan Riau.
Kemeriahan pawai juga terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Selain kafilah MTQH, kegiatan ini diikuti organisasi perangkat daerah, sekolah, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat yang bersama-sama memeriahkan pembukaan MTQH XII.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, berharap Pawai Taaruf mampu membangun semangat peserta sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQH tahun ini.
“Pawai Taaruf ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan MTQH XII Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.
Bagi masyarakat Kepulauan Riau, Pawai Taaruf bukan hanya tradisi pembuka sebuah perlombaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa syiar Islam dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya Melayu sebagai warisan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.










