TVRINews, Anambas
Laut lepas selalu menyimpan tantangan bagi para nelayan. Hal itu dirasakan Yulisman MZ, nelayan asal Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang sempat terjebak di tengah laut setelah kapal pompong berukuran 4 GT yang digunakannya mengalami mati mesin total.
Peristiwa itu terjadi saat Yulisman berada di perairan sekitar 68 mil laut dari Letung, Pulau Jemaja, tepatnya di koordinat N 04°00,91' dan E 105°21,84'.
Jauh dari daratan, ia terpaksa menunggu bantuan di tengah lautan setelah kapalnya tidak lagi dapat beroperasi.
Sesaat setelah mengalami kerusakan mesin, Yulisman berupaya menghubungi rekan-rekannya untuk meminta pertolongan.
Bantuan pertama datang dari Plt Ketua Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja, Afrizal, yang berhasil mencapai lokasi.
Namun upaya evakuasi awal tidak berhasil karena kapal yang digunakan Afrizal tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menarik pompong milik Yulisman.
Meski demikian, bantuan tidak berhenti sampai di situ. Afrizal kemudian berkoordinasi dengan jaringan nelayan dan sejumlah pihak di darat untuk mencari solusi evakuasi yang lebih memungkinkan.
Informasi tersebut akhirnya sampai kepada Rio, pemilik kapal tempat Yulisman bekerja. Melalui jaringan mitra usahanya, bantuan kemudian datang dari kapal nelayan asal Kijang yang dipimpin Tekong Sudarso.
Kapal tersebut mengubah rute pelayarannya untuk melakukan misi penyelamatan terhadap Yulisman.
Proses evakuasi berlangsung cukup panjang. Kapal Yulisman mulai ditarik pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Dalam kondisi laut terbuka, proses towing berlangsung selama kurang lebih 15 jam hingga akhirnya rombongan berhasil tiba di Letung pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Yulisman pun berhasil kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat.
Setelah tiba di darat, Yulisman meluruskan berbagai informasi yang beredar terkait lokasi dirinya mengalami kerusakan kapal.
"Banyak info yang tidak jelas. Ada yang bilang 300 mil, ada yang bilang lebih dari 100 mil. Yang jelas saya sendiri yang mengalami, posisi saya waktu rusak sekitar 68 mil dari Letung," kata Yulisman.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatannya, mulai dari HNSI Jemaja hingga kru kapal asal Kijang yang membantu mengevakuasinya.
"Saya sempat tanya ke tekong Kijang. Katanya dia dapat informasi dari toke untuk menjemput saya. Saya sangat bersyukur akhirnya ada yang datang membantu hingga saya bisa pulang dengan selamat," ujarnya.
Peristiwa yang dialami Yulisman menjadi gambaran tantangan yang dihadapi nelayan saat melaut.
Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan kuatnya solidaritas antarnelayan yang menjadi faktor penting dalam keselamatan para pekerja laut ketika menghadapi situasi darurat di perairan terbuka.










