TVRINEWS, ANAMBAS
Kapal Motor (KM) Bukit Raya kembali beroperasi melayani masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan setelah menyelesaikan proses docking tahunan selama 28 hari di Jakarta. Selama kapal menjalani perawatan, layanan penumpang sementara digantikan oleh KM Kelimutu.
Kembalinya KM Bukit Raya disambut antusias masyarakat yang selama ini menjadikan kapal tersebut sebagai salah satu moda transportasi andalan untuk menghubungkan wilayah-wilayah kepulauan.
Anak Buah Kapal (ABK) KM Bukit Raya, Dendi Ferdinan, yang menjabat sebagai Jenang I, mengatakan seluruh proses perawatan telah selesai sehingga kapal kembali dioperasikan untuk melayani penumpang.
“Kami baru selesai menjalani docking tahunan. Semoga kehadiran kembali KM Bukit Raya dapat membantu mempermudah mobilitas masyarakat perbatasan dan kepulauan. Mari kita jaga bersama kapal ini,” ujarnya.
Kepala Cabang PT Pelni Tanjungpinang, Benny Marganda Sinaga, mengungkapkan tingginya minat masyarakat menggunakan KM Bukit Raya terlihat sejak pelayaran perdana usai docking. Dari Pelabuhan Kijang tercatat sebanyak 666 penumpang naik, 80 penumpang turun, serta 127 penumpang lanjutan yang tetap berada di atas kapal (on board). Total penumpang yang diangkut mencapai 873 orang.
“Jumlah penumpang yang tinggi setelah docking menunjukkan KM Bukit Raya masih menjadi pilihan utama masyarakat kepulauan,” kata Benny.
Salah seorang penumpang tujuan Kepulauan Anambas, Susanti, mengaku telah menggunakan jasa KM Bukit Raya selama bertahun-tahun. Menurutnya, kapal tersebut memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat di wilayah perbatasan karena telah lama menjadi sarana transportasi utama.
Ia berharap pelayanan kepada penumpang terus ditingkatkan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.
“Puluhan tahun kami menggunakan KM Bukit Raya. Kapal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perbatasan. Harapannya, pelayanan terus ditingkatkan agar penumpang semakin nyaman, meski jika masih ada kendala itu hal yang wajar,” ujarnya.









