TVRINews, Lingga
Kabupaten Lingga kembali menegaskan posisinya sebagai Bunda Tanah Melayu melalui gelaran Kursus Jati Diri Jejak Warisan dan Silang Budaya Pahang–Lingga yang berlangsung pada 23–28 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis memperkuat hubungan budaya dan sejarah antara Pemerintah Kerajaan Negeri Pahang, Malaysia, dan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang difasilitasi KJRI Johor Bahru itu menghadirkan 70 delegasi Kerajaan Negeri Pahang yang dipimpin YB Tuan Fadzli bin Mohamad Kamal, YB Dato’ Hajah Sabariah binti Saidan, dan YB Tuan Kaizulnizam bin Mohamad Zuldin. Mereka disambut secara adat Melayu, termasuk pemasangan tanjak untuk tamu VIP.
Konjen RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, menegaskan pentingnya diplomasi budaya dalam memperkuat hubungan serumpun.
“Lingga dan Pahang memiliki akar sejarah yang dalam. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana budaya menjadi kekuatan soft power yang nyata membuka peluang kerja sama lebih luas,” ujar Sigit dalam keterangannya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain misi budaya, delegasi Pahang juga membawa bantuan sosial berupa uang tunai, subsidi pasar murah, perlengkapan sekolah, dan peralatan olahraga bagi empat sekolah di Lingga. Mereka juga menyerahkan buku pilihan anak-anak Pahang sebagai simbol persahabatan.
Pimpinan delegasi, YB Tuan Fadzli, menegaskan komitmen untuk terus merawat hubungan Pahang–Lingga.
“Kami datang bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai saudara. Ikatan sejarah Pahang dan Lingga sudah lama, dan kami ingin terus memperkuatnya,” tegasnya.
Delegasi Pahang juga menanam pohon lokal di kawasan bersejarah Istana Damnah, sebagai simbol hubungan jangka panjang kedua wilayah.
Serangkaian agenda disiapkan Pemkab Lingga untuk menyambut para tamu, mulai dari jamuan makan malam adat Melayu hingga ekspedisi pendakian Gunung Daik yang melibatkan 50 peserta dengan pengawalan tim gabungan.
Delegasi juga menelusuri peninggalan sejarah di Museum Linggam Cahaya, melihat pembuatan Tudung Manto dan tenun khas Lingga, serta mengunjungi pabrik sagu, makanan pokok masyarakat setempat.
Puncak kegiatan berlangsung di Malam Silang Budaya di Lapangan Hang Tuah, menampilkan kolaborasi seni tari dan musik Pahang–Lingga yang memukau ratusan warga.
“Ini malam yang menunjukkan bahwa seni mampu menyatukan dua wilayah serumpun dengan cara paling indah,” ujar Bupati Lingga dalam sambutan resminya.
Dalam pertemuan resmi, Pemerintah Negeri Pahang mengundang 40 pemuda dan atlet Lingga untuk berkunjung ke Pahang sebagai tindak lanjut penguatan hubungan kepemudaan dan olahraga.
Sekda Lingga juga mengusulkan pembangunan Rumah Pahang di Lingga sebagai simbol permanen persaudaraan dua wilayah.
YB Fadzli menyatakan pihaknya terbuka terhadap inisiatif tersebut.
“Jika hubungan ini dibangun oleh leluhur kita, maka tugas kita hari ini adalah menjadikannya lebih kuat dan lebih nyata untuk generasi mendatang,” katanya.
Kegiatan budaya ini menegaskan bahwa hubungan Lingga–Pahang bukan sekadar catatan sejarah, tetapi warisan hidup yang terus diperkuat melalui kolaborasi nyata di bidang budaya, pendidikan, dan sosial.










