TVRINews, Anambas
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan lahan eks transmigrasi seluas 175 hektare di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, sebagai calon lumbung pangan daerah. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur bersama Pemerintah Desa Bukit Padi saat ini terus mendorong percepatan penanaman padi di kawasan tersebut. Budidaya padi menjadi salah satu program prioritas untuk mendukung target ketahanan pangan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar upaya peningkatan produksi pangan dapat berjalan berkelanjutan.
"Kerja sama antarinstansi dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas pangan. Kami berharap sinergitas ini terus berlanjut untuk mendukung program pemerintah pusat menuju swasembada pangan," ujarnya.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Jemaja Timur, Iswandi, mengatakan pemerintah daerah memfokuskan pengembangan Desa Bukit Padi sebagai sentra produksi pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Menurutnya, optimalisasi lahan pertanian memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar target swasembada pangan dapat tercapai.
Selain pengembangan lahan, masyarakat Desa Bukit Padi masih mempertahankan tradisi gotong royong pada setiap musim tanam. Para pemilik lahan saling membantu proses penanaman padi tanpa mengandalkan tenaga kerja upahan. Pola tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus memperkuat kebersamaan antarpetani.
Hingga akhir Juli 2026, sekitar 35 persen dari total 175 hektare lahan eks transmigrasi telah selesai diolah dan siap ditanami. Pemerintah daerah optimistis pengembangan lahan secara bertahap akan memperkuat produksi pangan daerah dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
"Kebersamaan dan kekompakan ini harus terus dijaga agar cita-cita menjadikan daerah kita sebagai lumbung pangan dapat terwujud. Kami juga berharap tradisi gotong royong terus ditingkatkan untuk mendorong semakin banyak masyarakat menanam padi," kata Iswandi.









