TVRINews, Jakarta
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU/MPHD). Langkah krusial ini diambil sebagai fondasi awal untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan di wilayah kepulauan Anambas.
Kerja sama ini dinilai sangat strategis mengingat letak geografis Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau yang rawan terhadap kendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, yang kerap mengganggu jalur distribusi pasokan pangan dari luar daerah.
Sinergi Pusat-Daerah dan Komitmen Aksi Cepat
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Marga Taufiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Pemkab Kepulauan Anambas. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan swasembada pangan nasional. Sebagai bentuk komitmen, pihak Bulog menegaskan tidak akan menunda-nunda implementasi di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi untuk mendukung swasembada pangan berjalan dengan baik. Perum Bulog berkomitmen untuk segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan pembangunan infrastruktur pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas agar rencana aksi cepat ini dapat segera terealisasi," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Beliau berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu titik, melainkan menjadi proyek berkelanjutan yang menyentuh berbagai wilayah strategis di Anambas. Setelah fokus pembangunan di Pulau Jemaja rampung, Pemkab berharap Bulog segera melebarkan jangkauannya ke wilayah lain.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang terjalin dengan Perum Bulog ini. Ini adalah langkah besar bagi daerah kami. Kami mengusulkan agar setelah pembangunan infrastruktur pangan di Pulau Jemaja selesai, Perum Bulog dapat melanjutkan proyek pembangunan berikutnya di wilayah Palmatak demi pemerataan distribusi," ucapnya.
Kehadiran infrastruktur Bulog, seperti gudang atau pusat distribusi di Pulau Jemaja dan Palmatak, diproyeksikan akan memberikan tiga dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat, salah satunya seperti, Kemandirian Pangan Wilayah Terluar, Mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah yang selama ini sering terhambat faktor cuaca buruk.
Stabilitas Harga Bahan Pokok: Menjaga harga pangan di pasar lokal tetap stabil dan terjangkau berkat adanya stok cadangan yang memadai di gudang lokal. Dorongan Sektor Pertanian Lokal, Memberikan kepastian dan rasa aman bagi petani lokal karena hasil panen mereka kini memiliki akses penyerapan pasar yang jelas melalui Bulog.
Keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah terluar ini nantinya akan sangat bergantung pada akselerasi realisasi pembangunan fisik di lapangan serta konsistensi pemeliharaan jalur distribusi yang telah disepakati. Kegiatan MOU penandatanganan MPHD berlangsung di Ruangan Utama Perum Bulog Jakarta Pusat, kegiatan berlangsung aman dan kondusif.










