TVRINews, Kepulauan Riau
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, H. Saibansah Dardani, segera menerbitkan buku berjudul Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an. Buku yang mengulas praktik jurnalistik dari perspektif nilai-nilai Islam tersebut kini memasuki tahap akhir proses penerbitan di Yogyakarta.
Saibansah mengatakan, proses penyelesaian buku saat ini tengah berlangsung di penerbit. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar hingga buku tersebut siap diterbitkan.
“Lagi proses akhir di penerbit di Yogyakarta. Semoga dimudahkan Gusti Allah SWT,” kata Saibansah.
Melalui buku tersebut, Saibansah berupaya menghubungkan prinsip-prinsip jurnalistik dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Pembahasan ini dinilai relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan diwarnai hoaks, fitnah, manipulasi fakta, hingga pemberitaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial.
Buku ini membahas berbagai aspek jurnalistik, mulai dari konsep berita, fungsi pers, teknik penulisan, verifikasi fakta, keadilan, hingga etika pemberitaan. Saibansah juga menguraikan beragam dimensi informasi, termasuk berita penting dan peringatan terhadap kebohongan.
Sejumlah kisah dalam Al-Qur’an turut diangkat sebagai landasan pembahasan, di antaranya kisah burung hud-hud, Nabi Sulaiman, Ratu Balqis, serta Nabi Yusuf. Kisah-kisah tersebut digunakan untuk menjelaskan prinsip tabayyun atau pemeriksaan kebenaran informasi.
Melalui pembahasan itu, pembaca diajak memahami pentingnya ketepatan fakta, kredibilitas sumber, serta tanggung jawab atas dampak informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Tidak hanya mengulas aspek teknis pemberitaan, buku ini juga membahas karakter dan peran jurnalis Muslim, pemikiran sejumlah tokoh pers, serta hubungan nilai-nilai Islam dengan praktik jurnalistik modern.
Saibansah merupakan wartawan yang kini memimpin PWI Kepulauan Riau. Ia juga tercatat sebagai Ahli Pers Dewan Pers. Pengalamannya di dunia jurnalistik menjadi salah satu latar belakang penyusunan buku yang mempertemukan praktik pers dengan tuntunan Al-Qur’an.
Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an diterbitkan oleh Deepublish (CV Budi Utama), Yogyakarta, dengan pengantar dari Dr. Aqua Dwipayana. Karya tersebut ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, jurnalis, pegiat media, serta masyarakat umum.
Saibansah berharap buku ini dapat mengingatkan pembaca bahwa penyampaian informasi bukan sekadar pekerjaan profesional, melainkan juga mengandung tanggung jawab moral.
“Praktik jurnalistik diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan pemberitaan, tetapi juga menjunjung tinggi kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” ujarnya.
Kejujuran, ketelitian, keadilan, dan kebermanfaatan menjadi prinsip utama yang ingin disampaikan Saibansah melalui buku tersebut.









