TVRINews, Tanjungpinang
Penyandang disabilitas di Kota Tanjungpinang mendapat dukungan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan dan pendidikan yang dijalankan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan peralatan kepada Sekretariat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tanjungpinang dan Komunitas Lentera Hati Gurindam. Bantuan yang diberikan berupa lima mesin jahit, satu unit printer, serta 20 kursi.
Deputi HC Solution and Business Support InJourney Airports Kantor Regional Tiga, Iyan Farchanul Chair, mengatakan penyandang disabilitas memiliki potensi dan kemampuan yang besar sehingga perlu mendapatkan akses, sarana, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan diri.
“Teman-teman penyandang disabilitas memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa, sehingga perlu didukung melalui akses, sarana, dan kesempatan yang setara,” ujar Iyan, dikutip Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang berkelanjutan.
Karena itu, InJourney Airports mendorong adanya kursus maupun pelatihan menjahit agar mesin yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan produktivitas, sekaligus membuka peluang usaha bagi penyandang disabilitas.
“Kami berharap bantuan mesin jahit dan perlengkapan lainnya tidak berhenti sebagai bantuan sarana saja,” katanya.
Program tersebut mengusung dua pilar utama, yakni pemberdayaan dan pendidikan. Melalui pemberdayaan, penyandang disabilitas didorong memiliki kegiatan produktif yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Sementara melalui pendidikan, pelatihan keterampilan diharapkan menjadi bekal yang dapat terus dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.
Dukungan tersebut merupakan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR PT Angkasa Pura Indonesia dengan nilai sekitar Rp100 juta.
Pemerintah Kota Tanjungpinang mengapresiasi dukungan InJourney Airports terhadap penyandang disabilitas. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menilai program CSR dunia usaha memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Menurut Lis, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar program CSR tidak sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran, “CSR ini menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki dunia usaha.” ungkapnya.
Dalam konteks pemberdayaan penyandang disabilitas, kebutuhan tersebut tidak hanya berupa bantuan peralatan, tetapi juga mencakup akses pendidikan, pelatihan keterampilan, pendampingan, hingga kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kegiatan produktif.
Pemerintah daerah bersama dunia usaha dinilai perlu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sehingga dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Pola kolaborasi ini sekaligus dapat membuat program CSR melengkapi program pemerintah, khususnya terhadap kebutuhan yang belum sepenuhnya terfasilitasi.
Pemko Tanjungpinang pun membuka ruang sinergi dengan InJourney Airports untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat yang dapat didukung melalui program CSR.
Dengan kolaborasi tersebut, program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi dilanjutkan melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi serta memiliki peran yang setara di tengah masyarakat.










