TVRINews - Bintan
Komitmen pemerataan pendidikan di wilayah kepulauan terus diperkuat di Kepulauan Riau. Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Kepri bersama sejumlah lembaga pendidikan menggelar Gerakan Kampanye “Semua Bisa Mengajar” di SD 005 Bintan Pesisir, Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Senin 25 Mei 2026.
Untuk mencapai lokasi kegiatan, rombongan harus menempuh perjalanan laut hampir tujuh kilometer menggunakan boat dari Pantai Indah Kijang menuju Pulau Buton.

Program tersebut melibatkan anak-anak PAUD, siswa sekolah dasar, guru, hingga masyarakat setempat dalam berbagai aktivitas edukatif yang digelar dalam rangka Bulan Pendidikan dan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa pembelajaran di kelas, tetapi juga diisi eksperimen sederhana, pembuatan prakarya dari barang bekas, permainan edukatif, hingga metode belajar kelompok yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri siswa.
Kepala KGTK Kepri, Yuli Rianawati, mengatakan Desa Air Glubi termasuk wilayah kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) berdasarkan kondisi geografis.
Menurutnya, gerakan “Semua Bisa Mengajar” menjadi bentuk kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kepedulian terhadap pendidikan di wilayah terpencil.
“Kami ingin mengajak semua unsur, mulai dari masyarakat, orang tua, guru, tokoh agama hingga pemuka adat untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak di Air Glubi,” ujarnya.
Ia menyebut tantangan pendidikan di wilayah kepulauan terutama terletak pada akses dan kondisi geografis. Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat belajar anak-anak dinilai tetap tinggi.

“Kami melihat anak-anak di sini sangat mandiri dan memiliki semangat belajar yang luar biasa. Kehadiran kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para guru juga dikenalkan dengan konsep deep learning melalui pendekatan joyful learning dan meaningful learning agar proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Program ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, BPMP Kepri, Kantor Bahasa Kepri, BAN PDM Kepri, YPKI Kepri, dan IGI Kepri.
Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah 3T lainnya di Kepri. Saat ini tercatat sekitar 40 desa di wilayah kabupaten dan kota di Kepri masuk kategori daerah 3T, kecuali Tanjungpinang.
Sementara itu, Kepala SD 005 Bintan Pesisir, Asnawi, mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada sekolahnya. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar kualitas pendidikan di wilayah kepulauan semakin meningkat.
Hal senada disampaikan Kabid PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Hosni. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memberikan motivasi bagi siswa, guru, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan berkualitas di daerah terpencil.










