TVRINews, Bintan
Sebanyak 80 peserta mengikuti kick-off Batch Pertama Pelatihan Industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Selasa (11/8). Program yang berlangsung di Awandari Resort, Kabupaten Bintan, ini diarahkan untuk membekali peserta dengan kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Peserta terbagi dalam empat bidang pelatihan, masing-masing diikuti 20 orang. Keempat bidang tersebut meliputi K3 operator alat berat, Satpam Gada Pratama, makeup artist, dan housekeeping.
Pelatihan berbasis kompetensi ini tidak hanya memberikan pengalaman praktik, tetapi juga diarahkan agar peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi. Bekal tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang peserta memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor yang membutuhkan keterampilan sesuai standar industri.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, mengatakan kompetensi dan sertifikasi menjadi modal penting bagi masyarakat untuk bersaing mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja harus diikuti kesiapan masyarakat yang memiliki kemampuan sesuai bidang yang dibutuhkan industri.
“Pelatihan seperti ini memberikan kesempatan bagi anak-anak lokal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Mereka bisa bekerja di industri, tetapi juga bisa menciptakan pekerjaan sendiri,” ujar Dewi, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Dewi, keterampilan yang diperoleh peserta juga membuka pilihan yang lebih luas. Salah satunya adalah bidang makeup artist yang memungkinkan peserta mengembangkan usaha secara mandiri dari rumah.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk menempatkan peserta sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai tenaga produktif yang dapat menciptakan peluang ekonomi baru. Kesiapan kompetensi diharapkan sejalan dengan pertumbuhan sektor industri di Kepri sehingga manfaat perkembangan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain mendapatkan pembekalan kompetensi, seluruh peserta juga memperoleh perlindungan selama mengikuti pelatihan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa peserta dilindungi melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Salah satu peserta, Sarina, mengikuti pelatihan K3 operator alat berat setelah dinyatakan lulus seleksi. Ia akan menjalani rangkaian pelatihan sertifikasi selama sekitar 10 hari.
Bagi Sarina, kesempatan tersebut menjadi langkah untuk menambah kompetensi sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan setelah pelatihan selesai. Ia berharap sertifikasi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“Saya berharap setelah pelatihan ini bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Terima kasih saya ucapkan kepada Bu Dewi atas kesempatan yang diberikan,” kata Sarina.
Setelah seremoni kick-off, peserta langsung memasuki ruang pelatihan sesuai bidang masing-masing. Sebelumnya, setiap kelompok menampilkan yel-yel sebagai penanda dimulainya rangkaian pelatihan.
Dewi Kumalasari Ansar juga meninjau sejumlah ruang pelatihan untuk melihat langsung proses pembekalan peserta. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten sekaligus menjawab kebutuhan industri di Kepri.
Sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen pelengkap, tetapi menjadi bukti kompetensi yang memperkuat posisi mereka saat memasuki pasar kerja. Keterampilan yang diperoleh juga membuka peluang bagi peserta untuk menciptakan penghasilan secara mandiri.
Dengan tenaga kerja yang semakin siap dan kebutuhan industri yang semakin terhubung, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal.








