TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengapresiasi jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) TNI Angkatan Laut atas keberhasilan menggagalkan berbagai kasus penyelundupan dalam 17 bulan terakhir.
Melalui berbagai operasi penegakan hukum dan keamanan laut sepanjang 2025, Koarmada RI berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rp14,75 triliun. Sementara pada lima bulan pertama 2026, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp112,9 miliar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL yang sudah berupaya sejauh ini. Saya berharap jangan puas dengan hal yang sudah kita capai, jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini, dan jangan bosan untuk tetap melakukan ini, karena ini harapan bangsa yang dititipkan kepada kita,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Markas Koarmada RI, Jakarta.
Menurut Djamari, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia dari ancaman penyelundupan dan eksploitasi ilegal.
“Negara kita ini sangat kaya, baik sumber daya alam strategis maupun sumber daya lainnya. Maka TNI Angkatan Laut hadir untuk mengamankan sumber daya tersebut agar tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok tertentu, bahkan pihak asing,” katanya.
Selain penyelamatan sumber daya alam, operasi yang digelar TNI AL juga berdampak besar terhadap perlindungan sumber daya manusia Indonesia melalui penggagalan penyelundupan narkotika.
Sepanjang 2025, pengungkapan kasus narkoba oleh aparat disebut berhasil menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Adapun selama lima bulan pertama 2026, jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan tercatat mencapai 6.715 orang.
“Sudah banyak tindakan yang dilakukan. Kepolisian dan aparat negara lainnya juga terus melakukan pencegahan terhadap kejahatan narkotika yang sangat merusak generasi bangsa,” ujar Djamari.
Ia menegaskan, seluruh upaya penindakan yang dilakukan aparat merupakan pesan tegas pemerintah bahwa Indonesia serius menjaga kekayaan nasional dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan lintas batas.
“Kekayaan yang kita miliki harus dirasakan oleh masyarakat kita sendiri. Segala bentuk ancaman yang membahayakan bangsa ini harus kita batasi,” tegasnya.
Djamari juga mengingatkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi kejahatan maritim. Menurutnya, perang melawan penyelundupan sumber daya alam maupun narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja.
“Jangan lupa bekerja sama dengan instansi lain, termasuk media, agar informasi kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan baik. Ujung dari semua yang kita lakukan adalah masyarakat yang sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga, mulai dari TNI AL, Bea Cukai, Polri, Bais TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid. Sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut, kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini, pencegahan, serta penindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan maritim,” ujar Denih.
Salah satu pengungkapan terbaru dalam rangkaian operasi tersebut adalah penggagalan pengiriman pasir timah ilegal. Dalam penindakan itu, aparat berhasil mengamankan dua truk bermuatan 16 ton pasir timah ilegal.










