TVRINews, Batam
Pengurus Daerah (PD) Jamaah Al Khidmah Kota Batam sukses menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-V yang dirangkai langsung dengan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) 2026. Perhelatan akbar empat tahunan ini berlangsung khidmat di Kantor Kementerian Agama Kota Batam pada Ahad, 21 Juni 2026.
Mengusung tema strategis "Tingkatkan Semangat, Kualitas Majelis, dan Kualitas Penataan Majelis Al Khidmah", forum ini menjadi titik tolak penting untuk membawa gerakan dakwah jamaah ke arah yang lebih tertib, khusyuk, berdaya, dan konsisten menjaga mutu amaliyah.
Sekretaris PD Al Khidmah Batam, Hendri Bayu Setiawan, melaporkan bahwa rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Suasana religius langsung terasa saat forum dibuka dengan pembacaan Istighotsah, Sholawat Fii Hubbi, serta lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebelum akhirnya dilanjutkan ke agenda sidang-sidang komisi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Suhar selaku perwakilan dari Walikota Batam. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 12 Pengurus Cabang (PC) se-Kecamatan Kota Batam memadati ruang sidang.
Hadir pula sejumlah tokoh penting untuk memberikan dukungan moral, di antaranya, Anggota DPRD Kota Batam, Warya Burhanuddin, Ketua PCNU Kota Batam, Ketua PMB (Persaudaraan Mubaligh Batam) Kota Batam, Kasi Bimas Islam Kemenag Batam beserta jajaran Kepala KUA, Pengurus Ath-Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Al Utsmaniyah Kepri, Ketua PW Al Khidmah Kepri, KH Muhammad Zaenuddin, M.Sc, dan Dewan Pembina PD Al Khidmah Batam, serta unsur Forkopimda setempat.

Sidang Pleno I diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh Ketua PD Demisioner, KH Muhammad Dirham, untuk periode khidmah 2022–2026. Dalam laporannya, kiai kharismatik ini mencatat adanya capaian yang sangat signifikan pada bidang tarbiyah, kaderisasi, khidmah sosial, serta kuantitas pelaksanaan majelis.
Meski begitu, KH Muhammad Dirham mengingatkan bahwa tantangan terbesar ke depan bukan lagi soal menambah jumlah jamaah, melainkan konsistensi penataan internal.
"Alhamdulillah, jumlah majelis kita terus tumbuh subur. Namun, PR besar kita ke depan adalah kualitas menjaga adab, kekhusyukan, ketertiban waktu, dan penataan majelis yang rapi sesuai tuntunan guru mulia kita, Hadrotussyeikh KH Ahmad Asrory Al Ishaqi dan pengembangan majelis/pembentukan pengurus sampai tingkat ranting . Ini penting agar ruh dan marwah Majelis Al Khidmah tetap terjaga," tegas KH Muhammad Dirham.
Memasuki Sidang Pleno II yang krusial, forum MUSDA melalui mekanisme tim formatur secara resmi menetapkan H. Budi Dermawan, S.Ag, M.Sy sebagai Ketua PD Jamaah Al Khidmah Kota Batam periode 2026–2030.
Dalam sambutan perdananya, H. Budi Dermawan langsung mengunci komitmen kepengurusannya pada penajaman tema MUSDA melalui tiga program prioritas yang siap digeber.
Pertama, pelatihan adab majelis, standardisasi pengisi majelis, penataan fisik majelis, dan ketertiban susunan acara (rule of game) untuk seluruh PC di tingkat kecamatan.
Kedua, optimalisasi SDM pengisi majelis di seluruh tingkatan, serta pengembangan majelis dan pelatihan pengisi majelis.
Ketiga, menjaga kuantitas rutinan yang sudah ada, sekaligus mendongkrak kualitas dzikir, istighotsah, dan munajat secara maknawi.
"Mari kita segarkan kembali semangat kita. Majelis Al Khidmah bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan majelis dzikir yang ditata rapi, dimulai tepat waktu, dan ditutup dengan doa yang syahdu. Dari penataan majelis yang baik dan disiplin inilah, insyaAllah pintu keberkahan akan terbuka lebar," ujar H. Budi Dermawan.
Gayung bersambut, Ketua PW Al Khidmah Kepri, KH Muhammad Zaenuddin, dalam arahannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas visi penataan kualitas yang diusung oleh PD Batam.
"Tema ini sangat kontekstual dan menyentuh akar jati diri Jamaah Al Khidmah. Kualitas manajemen majelis adalah cermin dari kualitas jamaahnya itu sendiri. Kami berharap Kota Batam bisa menjadi role model atau contoh penataan majelis terbaik di seluruh wilayah Kepulauan Riau," harapnya.
Gelaran MUSDA V ditutup dengan doa bersama secara khusyuk dan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas organisasi. Pasca-MUSDA, pengurus baru dijadwalkan bergerak cepat melaksanakan RAKERDA lanjutan guna merumuskan teknis pelaksanaan "Pelatihan Pengisi Majelis" serta pelatihan kompetensi bidang lainnya demi kemajuan dakwah Al Khidmah di Kota Batam.










