TVRINews, Tanjungpinang
Capaian sertifikasi guru di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih tergolong rendah. Hingga Mei 2026, jumlah guru yang telah mengantongi sertifikat profesi baru mencapai 40 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kepri karena dinilai dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan guru di Kota Batam juga tercatat belum memiliki sertifikasi. Terdapat 3.266 guru Sekolah Dasar (SD) dan 1.707 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang belum tersertifikasi.
Kepala KGTK Provinsi Kepri, Yuli Rianawati, mengatakan rendahnya angka sertifikasi menjadi tantangan dalam percepatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Saat ini, KGTK tengah melakukan pendataan ulang sekaligus mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan guru.
"Saat ini jumlah pengajar yang memiliki sertifikat profesi masih berada di angka 40 persen. Kami sedang melakukan pendataan ulang secara menyeluruh dengan harapan semua guru minimal menuntaskan jenjang pendidikan D-IV atau S-1," ujar Yuli saat ditemui di Tanjungpinang, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Yuli, peningkatan kualifikasi pendidikan hingga jenjang sarjana menjadi syarat utama bagi guru untuk mengikuti proses sertifikasi.
"Pemberian afirmasi bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka menjadi prioritas kami saat ini. Ini adalah upaya krusial karena standar minimal pendidikan merupakan syarat utama dalam menjamin mutu serta kualitas pendidikan di Kepulauan Riau," tambahnya.
Ia menegaskan sertifikasi guru bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalisme tenaga pendidik.
KGTK berharap seluruh guru di Kepri segera menuntaskan pendidikan minimal D-IV atau S-1 agar dapat mengikuti sertifikasi dan meningkatkan kesejahteraan.
"Sertifikasi ini merupakan jalan utama dalam mewujudkan kesejahteraan guru yang lebih layak di Provinsi Kepri. Dengan meningkatnya jumlah guru yang tersertifikasi dan berkualifikasi S-1, kami optimistis akan lahir generasi emas yang tangguh di masa depan," pungkas Yuli.










