TVRINews, Jakarta
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memberantas segala bentuk aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan strategis Kepulauan Riau.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan jajaran Koarmada RI menggagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal asal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Denih memaparkan bahwa berbagai operasi penegakan hukum yang dilakukan sejak Januari hingga Mei 2026 berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara dengan nilai akumulatif lebih dari Rp15 triliun.
Tak hanya itu, operasi intensif pemberantasan peredaran narkoba yang dilakukan Koarmada RI juga diklaim berhasil menyelamatkan sekitar 25,81 juta jiwa generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
“Potensi kerugian negara akibat praktik ilegal ini adalah kejahatan serius yang wajib diberantas hingga ke akarnya. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku untuk merusak kedaulatan ekonomi dan sosial kita,” tegas Denih.
Ia menekankan, pengawasan di wilayah perairan strategis seperti Kepulauan Riau membutuhkan sinergi yang kuat antarinstansi agar berbagai celah penyelundupan dapat ditutup secara maksimal.
Karena itu, Pangkoarmada RI mengajak seluruh lembaga terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan laut nasional.
Selain itu, Denih juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran prajurit TNI AL, mulai dari komando pusat hingga personel di lapangan, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat terhadap setiap ancaman yang berpotensi merugikan negara.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan laut bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.
“Partisipasi masyarakat sangat vital dalam menciptakan wilayah laut yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Denih menegaskan, visi utama TNI AL saat ini adalah mewujudkan keamanan laut yang absolut sebagai fondasi pembangunan nasional guna mendukung terciptanya stabilitas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita jaga bersama setiap jengkal perairan kita dari berbagai ancaman. Indonesia yang aman dan kondusif adalah harga mati demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.










