TVRINews, Pekanbaru
Nilai impor Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh masuknya barang modal bernilai besar yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan peningkatan kapasitas produksi.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan nilai impor Riau selama lima bulan pertama 2026 mencapai 1,63 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut meningkat 140,76 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Peningkatan impor Riau pada periode ini didominasi oleh kelompok barang modal, terutama kapal terbang beserta komponennya. Kondisi ini menjadi salah satu indikator adanya aktivitas investasi dan pengembangan kapasitas produksi di Provinsi Riau," ujar Asep Riyadi.
BPS mencatat kelompok barang modal menjadi penyumbang terbesar dengan nilai impor mencapai 862,97 juta dolar AS atau sekitar 53,01 persen dari total impor Riau. Nilai tersebut meningkat lebih dari 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, kelompok bahan baku dan barang penolong memberikan kontribusi sebesar 46,81 persen, sedangkan barang konsumsi hanya menyumbang sekitar 0,18 persen dari total impor.
Dari sisi komoditas, impor terbesar berasal dari kapal terbang dan bagiannya dengan nilai mencapai 780,83 juta dolar AS. Selain itu, beberapa komoditas utama lainnya yakni pupuk sebesar 159,39 juta dolar AS, kayu dan barang dari kayu 139,38 juta dolar AS, mesin dan pesawat mekanik 74,97 juta dolar AS, serta bahan kimia organik sebesar 63,49 juta dolar AS.
Sementara itu, komoditas bubur kayu atau pulp menjadi salah satu kelompok yang mengalami penurunan nilai impor dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan negara asal, Prancis menjadi pemasok impor nonmigas terbesar ke Riau dengan nilai 781,91 juta dolar AS atau sekitar 50,19 persen dari total impor nonmigas. Tingginya nilai tersebut dipengaruhi oleh masuknya komponen kapal terbang.
Secara khusus pada Mei 2026, nilai impor Riau tercatat mencapai 550,41 juta dolar AS, meningkat 298,69 persen dibandingkan Mei 2025.
BPS menilai peningkatan impor barang modal menunjukkan adanya aktivitas investasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta memperkuat sektor industri di Provinsi Riau.










