TVRINews, Anambas
Suasana Lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, tampak semarak saat Perkumpulan Pusaka Madah Bertuah Siantan (PPMBS) menggelar Festival Permainan Rakyat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Gowoi Pusake.
Festival ini memperlombakan dua permainan rakyat khas Melayu, yakni gasing dan lempa batu dokong. Sebanyak 11 sekolah dasar (SD) atau sederajat dan enam sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat di Kabupaten Kepulauan Anambas mengirimkan pelajar untuk mengikuti kompetisi.
Ketua PPMBS sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Reci Kardiman, mengatakan festival tersebut memiliki misi penting untuk mengenalkan kembali permainan rakyat yang mulai langka kepada generasi muda, khususnya lempa batu dokong.
"Festival ini menjadi sarana informasi dan edukasi mengenai permainan rakyat yang sudah mulai langka atau terancam hilang di Kepulauan Anambas, khususnya permainan lempa batu dokong," ujar Reci.
Menurut Reci, kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan kembali beragam permainan tradisional kepada masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai dan pengaruh negatif lingkungan.
Ia menilai pelestarian permainan rakyat tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental.
Permainan tradisional, kata Reci, melatih ketelitian dan konsentrasi, sekaligus mendorong anak aktif bergerak sehingga fungsi tubuh dan otot dapat terlatih. Selain itu, permainan tersebut dapat mengasah kemampuan berpikir dalam menentukan strategi dan mengambil keputusan secara cepat.
Interaksi dalam permainan juga dinilai dapat membantu mengembangkan kemampuan sosial anak, baik dengan teman sebaya maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Anambas Aneng serta perwakilan Medco Energi, Lead Relations & Community Enhancement Erry Prihantono. Kegiatan juga dihadiri jajaran pengurus PPMBS.
Dalam kesempatan tersebut, PPMBS menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar pelestarian permainan rakyat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
PPMBS mendorong pemerintah daerah dan masyarakat menyelenggarakan perlombaan permainan rakyat secara berkala, idealnya empat kali dalam setahun dengan jenis permainan yang bervariasi.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan menyediakan ruang publik khusus yang dapat digunakan sebagai arena permainan tradisional bagi anak-anak.
PPMBS juga mendorong permainan rakyat menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah di Kepulauan Anambas.
Kompetisi tingkat daerah, seperti Piala Bupati, juga diharapkan dapat digelar untuk menjaring bibit atlet permainan tradisional yang nantinya dapat mengikuti ajang tingkat nasional.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal Kepulauan Anambas.










