TVRINews, Tanjungpinang
Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan baru dalam menjaga kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kepulauan Riau menilai pemanfaatan teknologi secara tidak bertanggung jawab perlu diantisipasi melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, mengatakan perkembangan teknologi tidak dapat dibendung maupun dilawan. Karena itu, teknologi harus diarahkan untuk memberikan manfaat positif, termasuk mendukung edukasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Perkembangan teknologi tidak dapat dibendung atau dilawan. Karena itu, teknologi perlu kita manfaatkan secara positif, termasuk untuk mendukung edukasi kepada masyarakat,” ujar Zulhadril Putra, dikutip Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, penggunaan teknologi, termasuk AI dalam proses pemilu, harus diikuti dengan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat. Hal tersebut penting mengingat perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang berpotensi mengganggu proses demokrasi.
Selain perkembangan AI, sejumlah persoalan lain seperti politik uang, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan pemilu.
Zulhadril menilai edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak positif dengan penggunaan teknologi yang dapat merugikan proses demokrasi.
“Penggunaan teknologi, termasuk AI, dalam proses pemilu harus diikuti dengan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat. Edukasi menjadi penting agar masyarakat mampu membedakan pemanfaatan teknologi yang positif dengan penggunaan yang dapat merugikan proses demokrasi,” katanya.
Bawaslu Kepri mendorong peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat demokrasi. Dengan pemahaman yang baik, teknologi diharapkan menjadi sarana pendukung dalam menciptakan proses pemilu yang berkualitas, bukan justru menjadi sumber persoalan baru.










