TVRINews, Tanjungpinang
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Kepulauan Riau dinilai memiliki potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan sebanyak 2,7 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2026. Target tersebut akan dikejar melalui berbagai agenda wisata dan budaya yang disiapkan sepanjang tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan mengatakan, target kunjungan tersebut merupakan target yang diberikan langsung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Target ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kepri untuk terus memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah,” ujar Hasan, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya, Disbudpar Kepri bersama dinas pariwisata kabupaten dan kota telah menyiapkan sejumlah agenda wisata dan budaya, terutama untuk menyasar momentum libur sekolah wisatawan dari Malaysia dan Singapura.
Sejumlah agenda besar dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, di antaranya Kemilau Nusantara Kepri pada 13 hingga 15 Juni, Penyengat Heritage, Dragon Boat Race, serta festival budaya di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun.
Hasan menjelaskan, berbagai event tersebut akan menonjolkan atraksi wisata budaya dengan melibatkan asosiasi pariwisata seperti Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Pemerintah juga mendorong keterlibatan komunitas, mulai dari komunitas sepeda hingga golf, untuk menarik kunjungan wisatawan ke Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Selain itu, Disbudpar Kepri bersama Kementerian Pariwisata juga menyiapkan program fun trip serta kerja sama dengan travel agent dari wilayah Lingga dan Karimun.
“Dengan promosi yang lebih masif dan kolaboratif, kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambah Hasan.










