TVRINews, Tanjungpinang
Pengelola Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memastikan kualitas udara di lingkungan bandara masih dalam kondisi aman. Pemantauan dilakukan menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi kabut asap yang sebelumnya diprakirakan mengarah ke Pulau Bintan.
General Manager Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi kualitas udara di sekitar bandara.
“Kita sudah berkoordinasi dengan BMKG dan melakukan pengujian kualitas udara mulai sore hingga tengah malam. Hasilnya, kualitas udara di lingkungan Bandara RHF masih sangat baik,” ujar Mohamad Setiadi, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan operasional penerbangan akibat kabut asap, baik yang bersumber dari karhutla maupun abu vulkanik.
Pihak bandara, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan kondisi udara. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang tetap terjaga.
“Kami akan terus berkoordinasi dan memantau kondisi udara untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga,” pungkasnya.










